Hati Yang Terpaku

Sesaat hati yang terkunci,
Tidak bisa berlari dan musnah,
Terjerat akan pesona dan sejuknya,
Hembusan nurani yang bersih,

Aku pun hanya bisa terpaku,
Membiarkan hati ini terlena,
Oleh desis-desis belaianmu,
Bersemayam selalu dalam jiwa,

Dan ku biarkan semuanya itu,
Oleh pesona cintamu,
Oleh hangatnya hatimu,
Oleh indahnya kebersamanmu,

Dan biarkan aku terdiam untuk selalu bersamamu ....


Kamis, 2 Agustus 2012, 15.21 WIB

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites