Senandung Pagi

Senandung kerinduan kembali bergema,
bersama semburat pagi yang mulai menghangatkan,
dan biarkan mengisi jiwa yang sedang terlena ...

Tapi senandung itu tidak bisa mengusir jiwa yang sepi,
bagai kabut menutupi setiap sudut,
terasa dingin membeku hingga denyut nadi ...

Aliran denyut nadi pun enggan untuk menemani,
tetapi pagi pasti tetap bersinar,
dan membiarkan langkah-langkah ini berjalan dengan gontai ..

Bersama mentari akan terus terpancar,
tetap teguh bersinar bersama sebuah aza,
dan biarlan berlalu seperti yang sudah-sudah ...

Dan aku tetap berdiri,
menantang matahari,
dan membiarkan panasnya membakar hati ini,
dan membiaran semuanya berlalu,
kembali sepi ...

Karena kadang dalam sepi terdapat renungan,
akan setiap langkah yang dilewati ....


Senin, 18 April 2011

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites