Jiwa Sepi

Manakala lembayung menemani senjaku,
angin pun enggan untuk menggoda,
yang tersisa hanya buaian kesunyian,
menjelang malam tiada bertepi ...

Kicauan burung yang kembali ke rumpunnya,
seperti menemani dalam keheningan,
tiada terasa mentari malu-malu untuk keperaduan,
saat-saat hitam akan menyemburat ke dunia fana ...

Sedetik pun kian terasa lama,
hamparan kehangatan sisa terik tadi siang,
pun tiada terasa oleh kehampaannya,
dan biarkan redup bintang berteman rembulan,
melewati malam yang kian panjang ...

Memang kadang jiwa-jiwa sepi menghinggapi,
hewan malam tiada peduli untuk berderik,
angin malam pun bergulir penuh dengan tiada makna,
untuk selalu mengucapkan kesendirian ...

Dan dalam doa selalu berharap,
ditemani dengan kehangatan jiwa,
dalam tidur senyap nanti malam,
ditemani dengan alunan tembang-tembang cinta ...


Sunday 17 at 8:04pm

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites