Aku Hanya Bisa Terdiam

Kadang ia terasa dekat,

hadir dalam pelukan,

tetapi kadang ia jauh,

sejauh mentari pagi,



Bagaikan kunang-kunang yang bersinar terang,

indah cahayanya,

sejuk dalam kalbu,

berkelap-kelip bersama kehadirannya,



Mengapai nan jauh di atas mega,

berlari diantara deru angin untuh sebuah pengharapan,

bersamanya penuh riak yang tak terhingga ...



Tersenyumlah,

karena akoe terpesona,

tak dikira akan hadir kembali,



Sungguh indah,

kesejukannya merasuki relung-relung raga,

mengalir tiada henti bersama denyut darahku,

terus menerus ...



Tidak bisa berkata-kata,



Sungguh,

Semakin langkah dan waktu yang terlampui,

ia semakin mekar bersemi nan lembayung,

merona memancarkan semerbak kesegala penjuru ...



Terasa indah mengiringi setiap langkah,

seluruh pesona dalam setiap tarihan nafas,

sejuk hingga sanubari pun tidak mau berkedip,

kebahagiaan ... smoga khan abadi ...

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites