Dalam Persimpangan

Kala rindu mengapai rembulan,
kala cinta berhembus menerjang awan,
kala senja bersinar terang,
kala malam berselimut kehangatan sayang . . .

Tiada dapat yang mencegah datang,
mendera relung hati dan jiwa,
menerbangkan ke mega nirwana,
dihantarkan desir angin malam . . .

Meniti jiwa menggapai rindu,
bersama asa yang hilang,
pergi tiada diraih seperti cakrawala,
tatkala hati berbicara . . .

Dalam persimpangan antara hati dan raga,
jiwa dan cinta,
rindu dan sayang,
menerpa tarikan nafas setiap waktu . . .

Waktu dan waktu yang akan berbicara,
kala rindu menjadi cinta,
kala cinta berbuah rindu,
kala sayang bertiup dalam raga . . .
Untuk menggapainya . . .

Biarkan rembulan tetaplah bersinar dalam sebait doa,
mentari memancarkan kesejukan dalam segenggam cinta,
dan persimpangan menjadi sebuah pilihan hati,
tuk bertahan menopang setiap langkah waktu . . .

Biarlah tetap ada . . .

(Tuesday, July 21, 2009 at 10:35pm)

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites