Bandoeng at Nite

Huh ... sudah malam,
malam makin larut,
angin pun kian menusuk tulang,
tiada terasa waktu terus berputar,

Huh ... dingin,
serasa daging membeku,
darah pun terasa ikut beku,
tiada daya untuk melawannya,

Tetapi ...
akoe berdiri di trotoar jalan ini,
serasa penuh kehangatan,
serasa hati ini penuh kedamaian,

Entah kenapa ini terjadi,
entah kenapa seperti ini koe alami,
wah ... dingin pun seperti tidak terasa,
walau terus menusuk relung pori-pori koe,

Di jalan sepi nan lenggang ini,
akoe terus menelusuri diantara tiang-tiang lampu,
menerangi setiap langkah hati ini,
tanpa arah dan tanpa tujuan,

Tetapi akoe sangat menikmatinya,
setiap langkah dan jejak yang ditinggalkannya,
setiap hembusan embun hasil tarikan nafas,
akoe terus melangkah di atas trotoar ini.

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites